Rabu, 31 Desember 2008

DEKLARASI RAJA-RAJA MANDAILING

Selama ini masyarakat yang bermukim di Tambagsel khususnya Kab. Madina dengan alasan yang tidak jelas enggan mengakui kalau mereka adalah bagian dari etnis batak, mereka menamakan diri etnis mandailing, walaupun sebenarnya Mandailing itu "Luat" bukan suku, berikut ini deklarasi raja-raja mandailing barangkali dapat menunjukkan kalau mandailing itu merupakan sub etnik dari suku batak.


BATAK MANINGGORING

Assalamoe alaikoem
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Radja Mangatas
Soetan Soripada Panoesoenan
Mangaradja Panoesoenan
Soetan Koemala Boelan
Soetan Singa Soro Baringin
Mangardja Panobaoenan
Mangaradja Soetan Solengaon
Mangaradja Goenoeng Sorik Marapi
Soetan Pandapotan
Mangaradja Solompoon
Mangaradja Moeda Panoesoenan
Mangaradja Iskandar Panoeroenan
Soetan Bintang Pandapotan
Patoean Koemala Boelan
Masing masing radja panoesoenan (kepala koeria) di:
Pakantan Lombang
Pakantan Doeali
Oleoe
Tamiang
Msnambin
Kota Nopan
Panombangan
Maga
Pidoli Boekit
Kota Siantar
Panjaboengan Djoeloe
Panjaboengan Tonga
Goenoeng Baringin
Gewezen Kepala Koeria di Goenoeng Toea
Semoeanja dalam lingkungan onderafdeling Groot en Klein Mandailing, Oelo en Pakantan, afdeling Padang Sidempuan, Residentie Tapanoeli, menerangkan dengan sesoenggoehnja bahwa bangsa dari pendoedoek Mandailing itoe ia-lah bangsa “Batak”, sedangkan agamnja sebahagian besar “Islam” dan sebahgian ketjil sekali agama “Christen” ia-itoe dalam koeria Pakantan Lombang, Pakantan Boekit dan Kota Siantar.
Nama Mandailing itoe boekanlah nama bangsa akan tetapi nama negeri (loehak). Demikianlah soepaja terang akan adanja.Diperboeat dalam kerapatan radja2 Mandailing di Kajoe Laoet tanggal 18 Agustus 1922. Kami jang menerangkan (tanda tangan) BATAK sebenarnja boekan nama negeri ataoe nama agama, melainkan nama satoe bangsa di Indonesia tinggal di Residentie Tapanoeli..
Nama MANDAILING boekan nama bangsa, tetapi nama satoe loehak di Tapanoeli – Selatan mendjadi Batak Mandailing


-------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan diatas merupakan salinan dari dokumen aslinya yang lengkap dengan tanda tangan para radja-radja Mandailing yang memberi pernyataan dapat dilihat di buku “AHU SISINGAMANGARAJA” karangan Prof. Dr. WB Sidjabat (Penerbit: SInar Harapan Jakarta, cetakan ketiga 2007, halaman 463).

Tidak ada komentar: